Dampak Daring bagi Zhevani
"Zheva, ada tugas gak hari ini dari gurumu?"tanya Bunda mengingatkan Zhevani yang tengah asyik dengan HP nya, entah apa yang dilihatnya.
"Sebentar Bunda, lagi tanggung nich!" sahut Zhevani sambil bersungut merasa terganggung.
Bunda berjalan mendekat ke arah Zhevani. Dilihatnya putri keduanya itu sedang asyik nonton film di HPnya. Bunda hanya bisa mendesah kecewa. Kalau sudah begini, Zhevani tak bisa diganggu. Dia pasti akan marah jika diganggu.
Dulu Zhevani termasuk anak yang patuh pada orang tua dan tekun belajar. Saat SD, dia selalu dapat peringkat di kelas walaupun bukan peringkat 1. Dia juga aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Zhevani senang ikut kompetisi, baik akademik maupun non akademik. Dia pernah jadi ketua regu lomba Hizbul Wathan perwakilan sekolah. Dia juga pernah mendapatkan piala suatu event di bidang musik, keyboard. Untuk tahfidz al Qur'an, dia termasuk cepat dalam menghafal.
Sekarang Zhevani duduk di kelas 8 SMPN. Awalnya semua berjalan seperti biasa. Sekalipun sejak kelas 5 SD dia sudah punya HP, tapi belajarnya tetap tekun. Terbukti nilai UNAS yang diperolehnya cukup tinggi, peringkat ke-2 di sekolahnya. Zhevani selalu ingin mendapatkan nilai sempurna untuk semua tugas-tugasnya.
Tapi, sejak pandemi covid-19 melanda masyarakat Indonesia, dan menimbulkan efek dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, sikap Zhevani berubah hampir 180°. Dia belajar hanya sekedar menyelesaikan kewajiban PJJ. Jiwa bersaingnya seolah luntur terbawa virus covid-19. Demikian juga masalah waktu tidurnya yang tidak teratur. Malam begadang dan pagi tidur. Sehari-hari kerjanya hanya tiduran sambil menekuni film, YouTube, Tik Tok dan lain-lain yang ada di HPnya. Kalau sudah begitu, nasehat dan kemarahan Bunda sudah tidak digubrisnya.
Baca juga: Parenting, Orang Tua Teladan yang Real bagi Anak https://polykaryalely.blogspot.com/2020/10/parenting-orang-tua-teladan-yang-real.html
"Bunda, Zheva pengen ke rumah Bude," celetuk Zhevani tiba-tiba.
"Benarkah?" Bunda balik bertanya. " Kalau memang mau tinggal di sana, ya gak apa-apa. Besok biar diantar Ayah," lanjut Bunda. Zhevani teriak kegirangan.
"Dara tidak usah ikut, ya. Bunda dan Ayah hanya mengantarkan Kak Zheva," kata Bunda kepada Dara, adik Zhevani.
"Oke Bunda. Jangan lupa uang sakunya yaa...!" pinta Dara.
Besoknya, usai sholat asar, Ayah, Bunda dan Zheva berangkat ke rumah Bude di Malang. Sampai di rumah Bude pukul 19.30 WIB. Udara dingin seolah menusuk tulang. Menurut Bude, dinginnya ini sudah tak seberapa dibanding pekan lalu.
"Ini Bude, ngantarkan Zheva. Katanya dia akan tinggal di sini," kata Bunda saat tengah berkumpul di ruang tengah rumah Bude.
Baca juga https://polykaryalely.blogspot.com/2020/05/sholat-id-1441.html
"Ya udah, di sini saja. Sekolahnya kan masih PJJ," jawab Bude. "Biar nanti ikut momong Killa," lanjutnya menggoda Zheva.
Esoknya saat Ayah dan Bunda pulang, Zheva tidak ikut. Dia sudah bertekad untuk tinggal di rumah Bude.
"Jaga kebersihannya. Baju yang kotor langsung dicuci sendiri. Jangan merepotkan Bude dan Pakde. Bude dibantu beres-beres, cuci piring, nyapu," tutur Bunda sebelum pamit pulang meninggalkan Zheva di rumah Bude.
Ada yang berbeda antara Bude dan Bunda. Bude lebih sabar. Demikian juga Pakde, suami Bude. Kebiasaan buruk Zheva berangsur-angsur membaik. Pakde sering mengajak Zheva keliling kota Malang bersama Killa.
"Bunda, paketannya habis," tulis Zheva di WA.
"Udah, nyambung wifi di saudaranya Pakde, saja!" balas Bunda di WA. Bunda berharap dengan begitu Zheva tidak terlalu sibuk dengan HPnya. Apalagi ada Killa yang bisa diajak main Zheva.
Awalnya Zheva marah, tapi lambat laun dia mulai bisa menerima keputusan Bunda.
"Bunda belum tentu punya uang terus. Apalagi sekarang Mas Alvin akan kuliah, butuh biaya banyak," nasehat Bude melihat Zheva marah-marah dengan keputusan Bunda
Tak terasa sudah hampir 3 minggu Zheva tinggal di rumah Bude. Ayah, Bunda dan Dara datang menjenguk. Bunda senang melihat perkembangan dan perubahan sikap Zheva. Fisiknya pun terlihat sehat. Menurut Bude, Zheva sering membantu menyapu lantai rumah. Dia pun mencuci sendiri bajunya yang kotor. Tidurnya pun sudah normal dan wajar.
"Kalau di sini gak ada temannya untuk begadang, jadi mau gak mau ya ikut tidur. Kalau di rumah kan ada Mas Alvin dan Dara, jadi begadang ada temannya," kata Pakde sambil tersenyum.
"Kalau begitu Dara tinggal di sini juga, yaa?" goda Bunda.
"Gak mau, Bude jahat," sahut Dara lirih takut kedengaran Bude.
Bunda hanya tersenyum. Ada rasa bahagia di hati Bunda melihat perubahan sikap Zhevani. Semoga esok akan menjadi lebih baik.
Komentar
Posting Komentar